Permintaan petugas keamanan wisata (Balawista) Besakih, Bali, agar tidak mendaki rupanya tidak dihiraukan 3 mahasiswa STIE Bandung. Mereka nekat mendaki Gunung Agung. Ketiganya kini diduga hilang sejak mendaki pada Rabu 26 Desember lalu.Merasa tanggung karena sudah sampai di Bali setelah menempuh perjalanan darat yang cukup jauh dari Bandung, Muhammad Iqbal (21) Eko Saputro Sudirman (21), dan Yunita Indah Safitri (20), memutuskan untuk mendaki.

"Padahal Balawista sudah melarang dan mengingatkan cuaca saat itu sedang buruk. Angin kencang dan kabut tebal yang menutupi Gunung Agung," kata Kinsen, Alumnus STIE Bandung yang juga rekan 3 korban kepada wartawan, Minggu (30/12/2007).Dia menuturkan, ketiga rekannya itu mendaki gunung yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut melalui jalur Pura Agung Besakih.Dari Bandung, ketiganya bersama rombongan mahasiswa pencinta alam bandung. Namun di Surabaya mereka berpisah dan melanjutkan perjalanan menuju Bali. Sedangkan beberapa rekan lainnya memilih mendaki Gunung Argopuro di Jawa Timur.

Kinsen menyebutkan, rencananya setelah mendaki, 3 rekannya akan berkunjung ke rumahnya. "Tapi sampai Sabtu kemarin saya tidak mendapat kabar dan kehilangan kontak dengan mereka," ujarnya.Karena khawatir, Kinsen pun melaporkan ke Balawista dan Polsek Rendang Besakih. Mendapat laporan tersebut, Balawista pun sempat melakukan pencarian. Pencarian sempat membuahkan hasil, ketika menemukan barang bawaan 3 mahasiswa tersebut di dekat basecamp mereka.

Tidak disebutkan di ketinggian berapa basecamp mereka berada. Balawista hanya menemukan 3 ransel besar, 1 ransel kecil, senter, 2 buah telepon genggam, dan sebuah kartu mahasiswa atas nama Eko Saputro Sudirman. Di dalam ransel terlihat perbekalan ketiga mahasiswa tersebut masih utuh.Dugaan sementara, para mahasiswa itu tersesat, atau kemungkinan terburuk mereka jatuh ke jurang antara basecamp dengan kawah. Karena cuaca tidak memungkinkan, Balawista menghentikan pencarian dan memutuskan untuk melanjutkan pada Senin 31 Desember Besok.

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/30/time/210651/idnews/872939/idkanal/10

11 Comments
danlow wrote on Jan 1
oh boy, I hope they survive. Funny why they left their packs and wonder off? hmmm...
I thought all hikes to Agung must be accompanied by a local guide, or was that for tourist only?
yanuarie wrote on Jan 1
seharusnya mendaki itu ditemani guide, kecuali mereka emang hapal betul wilayah disana

yah mudah mudahan saja mereka still survive there ..
casalova wrote on Jan 2
Yah inilah salah satu resiko yang dihadapi pendaki...
resiko yang bisa mengakibatkan kehilangan nyawa. semua tahu hal itu namun tetap saja jiwa pendaki-nya menuntut untuk selalu naik dan naik...
Mungkin mereka kurang persiapan dan tidak beruntung!!
semoga kemungkinan yang terbaik yang terjadi pada mereka.
agnigeni wrote on Jan 2
danlow said
oh boy, I hope they survive. Funny why they left their packs and wonder off? hmmm...
I thought all hikes to Agung must be accompanied by a local guide, or was that for tourist only?
Yes, We all hope they are ok...
i'll hope this story can remind us that the mountains are dangereous area, beside the beautifull place too.
agnigeni wrote on Jan 2
seharusnya mendaki itu ditemani guide, kecuali mereka emang hapal betul wilayah disana

yah mudah mudahan saja mereka still survive there ..
bener Ari, seharusnya mereka ada teman atau guide yg mendampinginya, apalagi mereka mendaki pada kondisi cuaca seperti ini. sungguh riskan dan ber-resiko.

BTW, mana ya Cak Cahyo, moga-moga ada review dari teman-teman yang biasa naik ke gunung Agung ini, kenapa kejadian ini bisa terjadi.
agnigeni wrote on Jan 2
Yah inilah salah satu resiko yang dihadapi pendaki...
resiko yang bisa mengakibatkan kehilangan nyawa. semua tahu hal itu namun tetap saja jiwa pendaki-nya menuntut untuk selalu naik dan naik...
Mungkin mereka kurang persiapan dan tidak beruntung!!
semoga kemungkinan yang terbaik yang terjadi pada mereka.
moga-moga bang nurul nggak cepat2 pensiun dulu yah...
yanuarie wrote on Jan 2
BTW, mana ya Cak Cahyo, moga-moga ada review dari teman-teman yang biasa naik ke gunung Agung ini, kenapa kejadian ini bisa terjadi.
Mas Cahyo, Om Toto and the gank .. where are you ?? yuhuuuuuuu kasi review-nya dung :D
justjohan wrote on Jan 3
From: Vita Cecilia
Sent: Thursday, January 03, 2008 4:42 PM

info terakhir hari ini, pencarian sementara ditunda, dikarenakan cuaca yg sangat buruk dan tertutup kabut tebal. semua tim masih berada di pos masing2 di atas, menunggu besok pagi baru akan bergerak lagi.
kondisi logistik sampai saat ini belum mencukupi, apalagi akan datang sore ini 2 pleton dari angkatan darat untuk bantu SAR. apapun dan berapa pun yang temen2 bisa bantu, akan sangat berharga untuk pencarian ini.. beberapa paranormal yang telah dihubungi dan juga banyak yg berada disini mengatakan ketiganya saat ini masih survive, temen2 mohon doanya yang setulus-tulusnya, semoga mereka tetap bertahan pada saat ditemukan.

demikian laporan singkat dari POSKO SAR Pura Besakih
chiputz wrote on Jan 3
Ya ampun..mudah2an mereka di beri keselamatan, sama halnya saat aku kesana melalui jalur pasar agung.
*turut berdoa*
casalova wrote on Jan 5
moga-moga bang nurul nggak cepat2 pensiun dulu yah...
Kalau masalah ginian mah nggak bikin pensiun.
Yang bikin pensiun mah yang diatas sana....
Peace..........
dhave29 wrote on Aug 11
wah..aku sempet juga silaturahmi ketempat Muhammad Iqbal (21) 3 hari setelah pemakaman. Sungguh menyedihkan...dan patut disayangkan.

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help