Dalam kesempatan ini aku bersama PALADENTA (kelompok pecinta alam dari Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR) melakukan pendakian ke gunung Argopuro di probolinggo jawa timur. Rombongan kami berjumlah 9 orang (Andik, Amy, Nurul, Dias, Galuh, Happy, Windra, Daniel, dan saya sendiri David) Berangkat dari terminal Bungurasih sekitar pukul 16.00 hari jum'at tanggal 23 Februari 2007. Perjalanan kami berakhir pada hari rabu tanggal 28 Februari 2007 (tiba di terminal bungurasih pukul 22.00)
Perjalanan yang kami lakukan di musim hujan, dan hujan memang senan tiasa menyertai perjalanan kami. Hal ini yang awalnya kucoba hindari, ternyata membuat aku mulai menikmati rasanya hujan di gunung. Aku sadar, dalam melakukan perjalanan ke gunung, jangan fokus melihat sakit dan getir yang dialami, karena masih banyak yang dapat dinikmati dalam perjalanan ke gunung. Senang sekali dapat mengalami perjalanan ini, terutama pada musim hujan ini gunung argopuro memberikan panorama alam tersendiri.
Rute yang kami lalui adalah berangkat melalui jalur baderan, dan turun melalui jalur bremi. Pos-pos yang kami lalui adalah : Baderan-Mata air 1 & 2 - Cikasur-Cisentor-Rawa Embik-Puncak Rengganis-Cisentor-Kali putih- Hutan lumut- Danau Taman Hidup - (kebun kopi yg sudah berganti menjadi hutan pinus)- Bremi. Perjalanan yang kami lakukan ini memang terbilang panjang, karena medan yang kami lalui memang berat dan panjang. Sehingga kurang lebih membutuhkan 5 hari dan 4 malam untuk melaksanakan pendakian ini sampai ke puncak Rengganis. Puncak rengganis memang bukan puncak tertinggi dari gunung Argopuro, puncak tertingginya adalah Puncak Argopuro, kami cukup puas sampai di puncak rengganis.
Dalam perjalan, rute Baderan-cikasur, sebenarnya dapat di persingkat dengan menggunakan ojek, biayanya sekitar 100 rb/motor, tim kami memilih melakukan perjalanan menuju cikasur dengan tracking. Cikasur merupakan bekas lapangan terbang di jaman belanda dulu. Di tempat ini terdapat hamparan lapangan luas yang cukup indah. Pemandangan di alam Argopuro termasuk indah, hampir di penjuru sudut gunung ini dapat di temui keelokan alam, dari padang savana, hutan pinus, hutan basah, hutan kering, danau, sungai, puncak dengan belerang, tebing-tebing, dan lain-lain. Cukup banyak hewan yang kami temui pula. Beberapa tempat yang menurut saya memiliki pesona tersendiri adalah Cikasur, hutan lumut, dan danau taman hidup. Di danau ini keindahan alam sungguh menakjubkan, begitu tenang, jika berada disana seakan menyatu dengan alam.
Tentang kondisi rute, jalanan di dominasi oleh tanah, yang licin apabila terkena air hujan, jarang sekali ditemui batu, tapi sekitar 2 KM menuju puncak rengganis akan banyak ditemui batu yang kering dan keras. Rute yang dilalui kombinasi dari menanjak dan turunan, melintasi beberapa bukit dan melewati lembah, banyak terdapat bonus(turunan/jalanan mendatar). Air dalam rute ini mudah sekali kami dapatkan dan kondisinya bersih dan segar, aman untuk dikonsumsi. Di gunung ini, tim kami juga mengalami pengalaman mistis (gaib) ada berbagai penampakan yang cukup memberi warna dalam perjalanan kami. Bukankah di kota pun juga kadang terjadi hal-hal demikian. Yang paling penting adalah sikap positif dan hati bersih dalam melakukan perjalanan pendakian ini.
Hal-hal yang patut di waspadai, di sebagian jalan banyak terdapat tumbuhan penyengat yang bisa memberi kejutan bagi kulit kita apabila tersentuh, rasanya seperti disengat lebah. Waspadai pula jalan-jalan yang rawan longsor, serta jalanan yang terdapat turunan yang curam dan licin. Tentang kondisi cuaca, dingin, tapi asalkan membawa sleeping bag dan baju hangat, hawa dingin dapat di tangkal. Ekstra makanan sangat mutlak untuk dipersiapkan sebelum pendakian. Secara garis besar, pendaki dapat melalui gunung ini asalkan memiliki bekal dan persiapan yang sangat matang dan mental yang kuat. Gunung Argopuro, Gunung yang pasti meninggalkan kesan untuk anda yang mencoba melintasinya. Rasakan ujian yang mengiringinya, jika anda kuat menghadapinya niscaya puncak Gunung dapat anda capai.
*Ralat, untuk sebutan cikasur, dan cisentor, yang benar adalah Sikasur, dan Sicentor.
Aku sadar, dalam melakukan perjalanan ke gunung, jangan fokus melihat sakit dan getir yang dialami, karena masih banyak yang dapat dinikmati dalam perjalanan ke gunung --------- yakss setuju banget. No gain no pain...selamat ya
Aku sadar, dalam melakukan perjalanan ke gunung, jangan fokus melihat sakit dan getir yang dialami, karena masih banyak yang dapat dinikmati dalam perjalanan ke gunung --------- yakss setuju banget. No gain no pain...selamat ya
Setiap perjalanan, dimanapun, kapanpun selalu memberikan kesan. apapun itu... thank you.
itu rulisannya larangan untuk berburu binatang, menebang pohon sembarangan di sekitar area hutan mas..., juga ada larangan menyalakan api sembarangan. gitu
wah yg ini kayaknya menarik.. cerita dong mas.. ato mungkin ada yg tertangkap kamera?
wah... kalau diceritain secara detail, nanti banyak yang nggak mau naik gunung ini nantinya... hehehe, biasa lah penampaknnnya mas, seperti adanya di kota, kalau yang ketangkap kamera , nggak ada, hanya ketangkap mata. lagian nggak kepikiran mau moto barang gaib, sudah takut duluan.... :p
ada banyak yang harus Mas ketahui tentang Argopuro. Pegunungan Yang atau 'Ijang Geberte' administratif berada di wilayah 4 Kabupaten. Kabupaten Situbondo,Probolinggo, Jember, dan Bondowoso. Berdasar Peta Batas Resmi Kerajaan Belanda tahun 1925 yang pengukurannya dilakukan tahun 1915-1918 dan 1921-1922, dan penggambaran petanya 1924, Sikasur(bukan Cikasur) termasuk dalam wilayah Afdeling Panaroekan(Sekarang Situbondo), Ijang Geberte yang termasuk Wilayah Kabupaten Situbondo adalah mulai dari Cemara Panjang, Aloen-aloen Ketjil, Gunung Jambangan, Sikasur, Gunung Pandu, Sicentor(bukan Cisentor) Gunung Semeroe, Puncak Argopuro, Gunung Welirang(Puncak Rengganis) hingga Puncak gunung balik Gilap(gunung kecil di timur Sikasur(terlihat dari pos Sikasur, gunung ini adalah simpul batas Situbondo-Jember-Bondowoso) lurus ke Kali Deluwang, Sungai Selada dibawah pos Sikasur. Simpul batas Situbondo-Probolinggo-Jember adalah di dataran pertemuan antara Puncak Argopuro dengan puncak Rengganis. Bekas Kawah itu adalah situs Candi tertinggi di Jawa, Tumpukan batunya di kerjakan pengikut Dewi Rengganis saat Mengasingkan diri di Yang. Sikasur adalah Peternakan Rusa yang kelola oleh A W De Boer dari tahun 1910 hingga 1941(ditinggalkan saat Jepang mendarat di Tarakan) Bangunan di samping pos Sikasur adalah Villa dengan 8 paviliun, ruang yang sekarang tumbuh cemara adalah tempat berendam. Bangunan di barat adalah rumah A W De Boer . Landasan Sikasur dibangun sekitar tahun 1939, tanpa pernah digunakan oleh militer Belanda(tidak pernah ada tentara Belanda di Sikasur). Tahun 1941 diduduki sekitar 100 tentara Jepang, Jepang menghabiskan Rusa ternakan A W De Boer dan membuat barikade/polisi tidur sepanjang landasan dengan harapan pesawat-pesawat sekutu tidak dapat mendaratkan pesawat di Sikasur. Kabupaten Probolinggo adalah yang terkecil wilayahnya di pegunungan Iyang,Taman Hidup adalah salah satunya. sekitar 5 jam perjalanan dari Sikasur ada danau kecil 'Tunjung' namanya, tak banyak orang tahu, jauh lebih eksotis dari Taman Hidup. Jadi Mas, Jalur Baderan-mata air1-cemara panjang-aloen-aloen ketjil-Jambangan-Sikasur-Sicentor-Puncak Rengganis masuk Kabupaten Situbondo.
ada banyak yang harus Mas ketahui tentang Argopuro.
Wihhhhh detail informasinya dari mas ricky ini, jadi seneng sekali membacanya, mhhh, jadi yang benar itu Sikasur ya... buka Cikasur dan Sicentor dan bukan cisentor. Well, aku secara pribadi akan senang sekali kalau mas rick dapat membuat tulisan pengantar tentang gunung argopuro, selain aku, temanteman lain penggemar gunung pasti akan senang, dan akan semakin semangat untuk mendaki ke argopuro ini. ayo mas.. di bikin esainya...
lagi kumpul bahan dari Leiden dan saksi sejarah, di Baderan tingal 1 orang, tulisannya udah dapat sekitar 40%. doain ya agar tahun ini juga bisa selesai.
lumayan mas, soalnya sebelumnya sudah di hajar di arjuna (jalur tambak watu, aduh.... ampun...) bagiku, medan argopuro semuanya terbayar di DTH. makasih dah mampir.
Saya anggota Sispena (Siswa Pencinta Alam) SMAN 1 Jember, tahun 1992 bulan pertengahan Juni saya dengan Tim (13 org) mendaki Peg. Hyang dari jalur Baderan, kondisi waktu itu masih sgt bagus dan alami meskipun Peg. Hyang habis terbakar,dan reruntuhan Petilasan Rengganis masih relatif utuh. Saya ingin menanyakan bagaimana kondisi sekarang apa masih spt dulu atau sudah banyak berubah?Sebetulnya saya ingin mendaki lagi tapi kesibukan dan tanggunjawab sebagai KK sll menghalangi niat itu, atas perhatianya terima kasih : Pahala Ragil Putranto (pahalahawkeye@plasa.com)
Saya anggota Sispena (Siswa Pencinta Alam) SMAN 1 Jember, tahun 1992 bulan pertengahan Juni saya dengan Tim (13 org) mendaki Peg. Hyang dari jalur Baderan, kondisi waktu itu masih sgt bagus dan alami meskipun Peg. Hyang habis terbakar,dan reruntuhan Petilasan Rengganis masih relatif utuh. Saya ingin menanyakan bagaimana kondisi sekarang apa masih spt dulu atau sudah banyak berubah?Sebetulnya saya ingin mendaki lagi tapi kesibukan dan tanggunjawab sebagai KK sll menghalangi niat itu, atas perhatianya terima kasih : Pahala Ragil Putranto (pahalahawkeye@plasa.com)
salam.... untuk senior... :-) sepengetahuan saya, untuk jalur baderan menuju bremi, jalur tergolong jelas..., dari desa terakhir, akan dilanjutkan hingga ke ladang-ladang dan sawah penduduk. disini jalur sekali. bahkan hinga ke sikasur jalur masih terlihat jelas. untuk kondisi alam, di jalur baderan - sikasur akan sering dijumpai suara gergaji mesin, tepatnya mau menuju mata air satu dan dua, serta sikasur. untuk jalurnya, jadi kian lebar, karena sekarang terdapat ojek yang melayani jalur baderan-sikasur. Hal yang cukup mengganggu. tapi untuk jalur sikasur hingga puncak, saya rasa masih alami dan dan hijau..., kalau sekarang kan lagi musim kering, jadi mungkin hutan terlihat kering..., tapi begitu masuk musim hujan akan terlihat hijau kembali. untuk jalur sikasur ke sicentor, jalanan makin rapat, dan tedapat percabangan yg bisa membuat langsung mengarah ke puncak tanpa melewati sicentor, hati hati. Di jalur menuju sicentor, akan ditemu beberapa pohon tumbang (karena alam) jadi masih alami sekali. untuk jalur sicentor ke rawa embik, dan puncak rengganis rasanya masih alami, masih seger.... :-) .sedangkan untuk jalur sicentor menuju bremi, akan dijumpai beberapa jalur baru yang terbentuk karena jalur lama telah tergerus air banjir atau longsor. sedangkan di pondok kopi (dulu) yang disitu terdapat pondokan disertai dibwahnya ladang kopi, sekarang berubah menjadi ladang jagung. mengenai satwa, hewan-hewan di sicentor agak susah di temui keberadaanya, tapi suaranya kadang sayub2 terdengar. sedangkan di sekitaran sicentor ke atas, rawa embik cukup terdengar suara2 merak, dll. namun jika masuk ke hutan rawa embil lebih dalam akan banyak dijumpai babi hutan, bahkan kalau beruntung bisa bertemu dg jejak macan kumbang (kata teman yg habis dari sana) semoga keterangan saya membabantu anda.
infonya masih baru, berguna, coz insya allah jan 2008 mo diklat disana terakhir kesana tahun 2003, apa shelternya masih bagus n bisa dipakai ? thanx a lot....
infonya masih baru, berguna, coz insya allah jan 2008 mo diklat disana terakhir kesana tahun 2003, apa shelternya masih bagus n bisa dipakai ? thanx a lot....
Shelter dari baderan ke sicentor masih bagus, masih layak pakai semua. Beruntungnya bisa kembali lagi ke gunung argopuro. manfaatin sebaik-baiknya.
jika awas klo gak disampein ama mereka ituloh yang aku temenin dari bderan, aku hubungin adni gak ketemu blas.................................. inget menu masakan kita ...... kornet,pilus,sarden, diadukjadi satu ......... jiakakakakakakakaka......
jika awas klo gak disampein ama mereka ituloh yang aku temenin dari bderan, aku hubungin adni gak ketemu blas.................................. inget menu masakan kita ...... kornet,pilus,sarden, diadukjadi satu ......... jiakakakakakakakaka......
Aku, temennya Andik mas... , yang ke argopuro waktu ketemu mas, aku belum ikutan. nah foto2 di atas itu waktu paladenta ke argopuro yang kedua. aku baru ikut disana. nanti aku salamin salam ke andik. thanks udah mampir.
belum pernah kesana :D... tapi kata adik2 angkatan bagus.. banyak kijang..jadi pengen kesana...cm sekarang kondisi badan belum mendukung buat jalan naek hauhauha.. musti nurunin lemari es ma tas pinggang dulu..
belum pernah kesana :D... tapi kata adik2 angkatan bagus.. banyak kijang..jadi pengen kesana...cm sekarang kondisi badan belum mendukung buat jalan naek hauhauha.. musti nurunin lemari es ma tas pinggang dulu..
sekarang nggak ada kijang mas... udah pada lari kali... terus sekarang udah bisa dicapai dg sepeda motor. tas pinggangya di kecilin dulu :) makasih udah mampir